Naaa, masalahnya adalah sendok yang disediakan suka 'menguap', jumlahnya makin berkurang. Entah gimana sejarah lenyapnya : apa ikut termakan, atau ikut kebuang bersama bungkus nasi yang dilempar ke tong sampah, atau ..... ada yang 'ngopeni' ya? Yang jelas, sesudah satu setengah bulan, jumlah sendok tinggal 25, alias tinggal separo dari jumlah sebelumnya.
Aduuuh, gimana solusinya yach????
Aha, ternyata Kompas Minggu tgl.26 Oktober 2008 memberi jalan keluarnya. Makacih ya oom Benny & Mice atas idenya.
Kayaknya laskar SAHABAT YESUS minggu depan enggak butuh sendok lagiiii .....
Meoooooooong ..... !!!
1 comment:
Hahahahahahaha
artikelnya lucu sekali :D
Membaca artikel ini saya jadi teringat bagaimana keakraban yang dibangun oleh teman-teman Sahabat Yesus baik antar pendamping, antar anak-anak maupun antara pendamping dan anak-anak. Apalagi saat kita pergi berkunjung ke Gedono, Salatiga.
Apapun dan bagaimanapun cara makannya koornya tetap Sahabat Yesus. SALUT! :D
Post a Comment